October 29, 2008

Dari 805 Ke 885


Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?” (QS Al-Mulk: 30).

Air adalah asal muasal dari segala macam bentuk kehidupan di planet Bumi ini. Dari air, bermula kehidupan. Karena air, peradaban tumbuh dan berkembang. Air menopang kehidupan manusia, termasuk kehidupan dan kesinambungan rantai pangan mahluk hidup di Bumi. Karena itulah, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendeklarasikan bahwa air merupakan hak asasi manusia. Artinya, setiap manusia di muka bumi ini mempunyai hak dasar yang sama terhadap pemakaian air.

Namun, inilah yang saat ini menjadi pokok masalah kita, umat manusia. Air secara sangat cepat menjadi sumberdaya yang makin langka dan tidak ada sumber penggantinya. Walaupun sekitar 70 persen permukaan bumi ditempati oleh air, 97 persen darinya adalah air asin dan tidak dapat langsung dikonsumsi manusia. Sedangkan jumlah penduduk yang terus bertambah menyebabkan konsumsi air segar meningkat secara drastis, dan kerusakan lingkungan termasuk kerusakan sumber daya air terjadi secara konsisten.

Untuk itulah PT. Aetra Air Jakarta (Aetra) atau yang sebelumnya dikenal dengan PT. Thames Pam Jaya (TPJ) berdiri sebagai perusahaan pengelolaan, pengoperasian, pemelihara serta melakukan investasi guna mengoptimalkan sistem pasokan air bersih bagi warga. Khususnya di wilayah timur DKI Jakarta yang meliputi: sebagian wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat serta seluruh wilayah Jakarta Timur dengan Sungai Ciliwung sebagai perbatasan wilayah operasionalnya.

Selain itu, perlu adanya pengetahuan bagi masyarakat untuk lebih memerhatikan lingkungan dengan menggunakan air bersih. Salah satunya, dilakukan oleh Aetra yang membuka kesempatan kepada para pelajar untuk melakukan kunjungan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) seminggu sekali, setiap Rabu.

Menurut Syahril Japarin, Direktur Utama Aetra, “Ini adalah bagian dari program tanggungjawab sosial perusahaan (CSR).” Para pelajar maupun umum akan diberikan pendidikan mengenai perjalanan pengolahan air dari air baku menjadi air bersih. Untuk itu, Aetra telah mempersiapkan satu modul pendidikan bagi pengunjung. Salah satunya adalah film animasi berjudul “Klub Peduli Air.”

Adanya perubahan kepemilikan dari Thames Water kepada Acuatico Pte, sejak 2007, PT. TPJ hadir dengan nama baru menjadi PT. Aetra Air Jakarta (Aetra) pada 15 April 2008. Perubahan nama diikuti dengan perubahan berbagai elemen. Itulah yang diinginkan Syahril, ketika menjabat sebagai direktur utama pada Januari 2008.

Dalam rangka perubahan secara besar-besaran, diawali oleh pelaksanaan training ESQ bagi seluruh karyawan Aetra yang berjumlah hampir 2500 orang. Terdiri dari karyawan tetap, kontrak dan mitra. “Ini sebagai pembangunan fundamental yang kuat,” kata Syahril yang pernah menjabat sebagai Dirut PDAM Pontianak itu.

Ada tim tersendiri untuk melakukan perencanaan perubahan. Tim 22 dan tim 33. Tim 22 melakukan persiapan perubahan manajemen di tataran supervisor. Sedangkan tim 33 mempersiapkan proses bisnis makro.

Diawali dengan pelaksanaan training ESQ angkatan pertama, pada bulan Maret, perusahaan kemudian menjelaskan pada karyawan seperti apa arah perusahaan ke depan. Diharapkan, mereka punya nilai dasar yang sama untuk memotivasi dan bekerja lebih baik. Agar paham dan menjadi bagian dalam perubahan. “ESQ sebagai pembekalan awal dan langkah persiapan mental diri,” ujar Syahril lagi.

Itulah kenapa setelah Syahril mengunjungi seluruh unit kerja yang ada, kemudian mendengar ekspektasi tantangan ke depan perusahaan seperti apa. Ia memormulasikan untuk segera melakukan rekayasa ulang. “Saya lebih suka menyebut dengan istilah re-enginering,” katanya. Dengan kata lain, mengubah secara total proses bisnis perusahaan. Termasuk struktur, pengelolaan sumberdaya manusia, dan manajemen sistem.

Misalnya, status tenaga harian. Ada 550 lebih tenaga harian yang sudah puluhan tahun kerja di PT. TPJ. Bagaimana pun, mereka tentu berharap satu masa depan yang lebih baik. Perusahaan menerjemahkan ini dalam bentuk suatu pemberian status lebih baik bagi mereka. Walaupun tidak menjadi karyawan tetap, mereka diarahkan menjadi pegawai koperasi karyawan Aetra. “Kami berikan jaminan yang lebih dari sebelumnya,” kata Syahril.

Tidak diangkat jadi karyawan tetap, karena Aetra sudah seperti Candi Borobudur. Makin lebar bagian bawahnya. Sedangkan Syahril inginnya seperti Candi Prambanan yang ramping, langsing, lincah dan responsif. Ibarat orang, kalau badannya terlalu gemuk, akan sulit untuk berlari. Sedangkan tantangan dan ancaman di luar dalam dunia bisnis begitu besar. “Membuat kami harus cepat bergerak dan merespon keluhan konsumen dan pelanggan,” kata lulusan S1 bidang Teknik Mesin ITB itu.

Struktur yang baru tak akan sama lagi dengan yang lama. SDM mulai dari level manager hingga staf harus dites ulang: siapa yang lebih mampu di tempat-tempat tertentu. Juga melakukan penyingkatan proses dalam manajemen, membuat proses yang ada jadi lebih produktif dan efisien.

Perubahan juga terlihat dengan tak ada lagi dikotomi antara karyawan. “Sekarang, sudah tak ada lagi gap antarkaryawan.”
Kebiasaan baru yang kini digulirkan Aetra adalah meneriakkan semangat: “Pagi!” Itu dilakukan saban ada pertemuan. Seperti yang sempat terdengar oleh ESQ Magazine ketika sedang duduk di depan ruang rapat, menunggu Syahril yang sedang memimpin rapat. Salam ESQ, “Pagi!” beberapa kali terlontar dari para peserta rapat.

Syahril juga berharap tak ada lagi karyawan yang bekerja 805: masuk kerja jam 8, di tengahnya kosong dan jam 5 pulang. “Harus 885. Jam 8 masuk kerja, 8 jam ada di kantor, dan jam 5 pulang,” ujarnya. Itu akan memberi dampak luar biasa. Aetra akan tumbuh jadi perusahaan yang profitable dan masyarakat akan mendapat keuntungan.

Sesuai dengan visinya, “Meningkatkan kehidupan masyarakat, setiap saat,” Aetra ingin jadi perusahaan penyedia pelayanan air minum terbaik. Untuk melaksanakan komitmen bersama, mereka memiliki nilai dasar yang dipegang teguh (lihat box).

Sebagai bagian dari perubahan, pada peringatan Hari Proklamasi tahun ini, untuk pertama kalinya Aetra melaksanakan upacara bendera. Setelah sebelumnya diadakan berbagai macam lomba, seperti cipta lagu mars Aetra. Itu bertujuan agar karyawan memiliki sense of belonging terhadap perusahaan. Mars penuh semangat yang di dalamnya terkandung nilai-nilai 7 Budi Utama itu dinyanyikan pertama kalinya saat upacara bendera Agustus lalu.

0 komentar: