
Sudahkah Anda memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan?
Sudahkah Anda memberikan pelayanan yang tulus bagi pelanggan?
Sudahkah Anda memberikan solusi terbaik bagi pelanggan?
Kalimat-kalimat itu terpampang dengan jelas di hampir setiap sudut Gedung Indosat.
Sebagai perusahaan telekomunikasi terkemuka, melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya merupakan hal yang diutamakan. Hasilnya? Indosat pun berhasil menyabet predikat sebagai ”The Best Contact Center 2008” untuk kategori The Best Operation dari Indonesian Contact Center Association (ICCA), dan peringkat teratas pada penghargaan “Call Center Award 2008“ untuk kategori industri telekomunikasi dengan predikat excellent. Penghargaan diberikan oleh majalah Marketing dan Carre-Center for Customer Satisfaction & Loyalty (Carre-CCSL), lembaga konsultan kepuasan dan loyalitas pelanggan.
Prestasi itu jelas menunjukkan bahwa Indosat sangat memerhatikan kualitas SDM-nya, sehingga dapat menghasilkan kinerja yang luar biasa. “Dan itu belum cukup dengan ilmu saja,” ujar Division Head Learning & Capabilities Management Indosat, Edi Riyanto. Menurut Edi, kesadaran akan kompetisi yang besar di dunia bisnis telekomunikasi, dan motivasi bekerja –- sebagai kecerdasan spiritual dan emosional -– juga menjadi bagian yang sangat penting, bagi kemajuan Indosat. “Dan motivasi itu pun salah satunya kami dapat melalui training ESQ.”
Perkenalan Indosat dengan ESQ Leadership Center dimulai pada 2002. Saat itu, secara personal beberapa karyawan mulai mengikuti pelatihan yang dipelopori oleh Ary Ginanjar Agustian itu. Sejak itu, animo karyawan terhadap ESQ semakin besar. Banyak dari mereka yang mengajukan untuk diikutsertakan dalam pelatihan tersebut. Hingga kemudian pada 2005, kerjasama antara Indosat dan ESQ Leadership Center pun terjalin. “Secara resmi, kami mulai mengirimkan karyawan secara rutin untuk mengikuti training ESQ,” kata Edi.
Saat itu, ada sebuah pemikiran yang timbul di benak penanggungjawab pendidikan dan kapabilitas karyawan Indosat dan timnya itu. Apakah training ESQ bisa memberikan dampak terhadap perusahaan? Lalu, seperti apakah korelasinya? Seperti apa implementasinya? “Dan ternyata, kami melihat, apa yang disampaikan dalam materi training dapat memotivasi para karyawan,” ujar Edi.
Indosat memang belum pernah mengukur secara pasti pengaruh ESQ terhadap personalitas karyawan. Namun, Edi mengaku, dampak itu terlihat melalui peningkatan kualitas SDM, terutama sepanjang 2007-2008. “Alhamdulillah, meski target terus meningkat setiap tahunnya, semua itu dapat kami capai. Dan mustahil hal itu terjadi, jika kondisi kinerja masih sama seperti dulu,” katanya. Benar saja, pertengahan semester lalu, laba bersih Indosat berada di angka 25%.
Kinerja karyawan yang telah memiliki 1065 orang alumni ESQ itu pun meningkat pesat. Bekal spiritual yang diperoleh setelah mengikuti ESQ, diakui dapat menggerakkan Indosat ke arah kebaikan, kemuliaan, kejujuran, sebagai prinsip dasar yang tak ingin lagi dilangar. “Orientasi bekerja pun tak lagi sebatas mencari nafkah duniawi semata. Kesadaran bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah, membuat kami lebih siap untuk mengeluarkan potensi secara maksimal, untuk perusahaan,“ kata Edi lagi
Hal senada dikatakan oleh Presiden Direktur Indosat, Johny Swandi Sjam. Menurut Johny, apa yang dijelaskan dalam Training ESQ sangat membantu memotivasi diri karyawan Indosat, baik dalam beribadah maupun dalam dunia profesional. ”Karena, apa yang diajarkan dalam ESQ merupakan nilai-nilai yang sebenarnya sudah ada dalam diri kita semua. Sebagai pancaran dari Asmaul Husna. Dan sesungguhnya nilai-nilai itu juga ada dalam kantor kami,” imbuhnya.
Ya, Indosat memang memiliki nilai-nilai yang sejalan dengan Tujuh Budi Utama – Jujur, tanggungjawab, visioner, disiplin, kerjasama, adil, dan peduli – yang diusung oleh ESQ, yaitu Insan Gemilang melalui: Integritas, kerjasama, keunggulan, kemitraan, dan fokus pada pelanggan. Nilai-nilai itulah yang diharapkan dapat menjadikan karyawan Indosat sebagai insan gemilang sesungguhnya, yang memiliki jiwa kejujuran, dedikasi, kepatuhan, loyalitas, keterbukaan, komitmen, kepercayaan, dan dapat berpartisipasi aktif terhadap apa yang diusung oleh perusahaan.
Selain itu, para karyawan juga diharapkan dapat memiliki kesadaran akan adanya saling membuthkan dan memercayai serta dapat mengutamakan pelayanan terbaik terhadap para pelanggan yang Juni lalu mencapai 32,4 juta jiwa.
Komitmen Indosat terhadap nilai-nilai 165 tampak sangat besar. Itu dibuktikan melalui program pembinaan pascatraining, dengan ikatan alumni —yang aktif melalui mailing list—dengan nama ZMP Club. Sebuah nama yang diambil dari salah satu materi ESQ, Zero Mind Process. ”Setiap hari kami menyebarkan ayat-ayat yang dapat mengingatkan alumni tentang materi yang pernah diperoleh di dalam training,” ujar Manager Learning & Capabilities Indosat, Ituk Herarindri.
Bukan itu saja. Selain mengirimkan karyawannya dalam training publik, kerjasama Indosat dengan ESQ juga diwujudkan dengan pelatihan swagriya. Tidak hanya training dasar, perusahaan dengan produk Mentari, Matrix, IM3, dan Star One itu, juga menjadi institusi pertama yang menyelenggarakan pelatihan swagriya ESQ tingkat lanjutan, Mission Statement dan Character Building (MCB), yang dilaksanakan di Balai Kartini 13-14 Mei lalu. Sebanyak 250 orang alumni ESQ Indosat mengikuti training tingkat yellow & green belt itu.
Sumber : ESQ Magazine

0 komentar:
Post a Comment