Suasana kantor Bank DKI yang terletak di bilangan Harmoni, Jakarta Pusat, masih seperti dulu. Dengan ramah, seorang satpam di pintu masuk menjalankan tugasnya, menerima para tamu. Beberapa ruangan di situ dinamai dengan nama nilai dari tujuh nilai yang diemban perusahaan, seperti: Ruang Komitmen, Ruang Teamwork, Ruang Profesional, Ruang Pelayanan, Ruang Disiplin, Ruang Kerja Keras, dan Ruang Integritas.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah yang mengusung nama Ibu Kota, Bank DKI cukup eksis sebagai tuan rumah. Dalam hitungan 47 tahun sejak berdiri pada 1961, Bank DKI mencapai prestasi yang cukup membanggakan.
Di antaranya, pada 2006, Bank DKI Syariah meraih penghargaan dari Majalah Investor sebagai ”Bank Syariah Terbaik” dengan kategori aset di bawah Rp 100 milyar. Selain itu, Bank DKI Syariah juga mendapat penghargaan dari Islamic Banking Quality Award 2007 dengan kategori “The Best Convenient Office”, “The Best Community Bank” dan sebagai “Unit Usaha SyariahTerbaik Kedua untuk aset di bawah Rp 100 Milyar” pada Februari 2007.
Prestasi itu tentu tak lepas dari peran serta manajemen dan para pemimpinnya. Direktur Utama Bank DKI Winny E. Hassan mengaku lebih mengedepankan nilai-nilai pelayanan masyarakat dibanding keuntungan finansial. ”Bagaimana mereka mengerti tantangan dan merespon kepercayaan yang diberikan sebagai amanah, itu lebih perlu ketimbang mengurus kredit dan sebagainya, ” katanya.
Satu-satunya perempuan direktur di dunia perbankan itu kemudian menjelaskan, sejak mengikuti training ESQ Eksekutif Angkatan Ke-46 pada April 2006, Winny mengaku berharap banyak pada ESQ. ”Saya sudah membayangkan bagaimana bangsa akan berperilaku baik jika Indonesia Emas yang dicita-citakan ESQ tercapai.”
Oleh sebab itu, Winny kemudian mengirim beberapa karyawannya secara bertahap untuk ikut serta di training ESQ. ”Kami mengirim 10-20 orang karyawan dalam beberapa angkatan,” ujar Enny Rantih, Senior Manager SDM Bank DKI.
Enny mengatakan, training ESQ sangat signifikan bagi pengembangan kinerja para karyawan. ”Positif sekali, karena sisi spriritual mereka dibangun. Bagaimana kita dikenalkan dengan Tuhan, itu menambah keyakinan tentang jati diri. Bahkan, ada karyawan kami yang berubah sejak ikut training ESQ. Tadinya bekerja semaunya, terus menjadi lebih disiplin.”
Semangat training ESQ di Bank DKI berujung pada kerjasama perusahaan untuk menyelenggarakan pelatihan swagriya, yang training pertamanya dilaksanakan pada 17-18 Mei 2008. Pada pelatihan yang diikuti sekitar 60 karyawan itu, dilakukan juga riset oleh Tim Arga Pillar ESQ.
Untuk menyejajarkan Bank DKI dengan bisnis yang akan dijalankan, Enny mengupayakan penyiapan SDM melalui training-training pengembangan seperti training ESQ. Selain itu, ada juga Badan Pembina Rohani (Bapinroh). Khusus di bulan Ramadhan, diadakan tausiah dan kultum di masjid serta kegiatan sosial seperti pembagian sumbangan dan santunan.Bagi Bank DKI, tahun 2008 menjadi ”tahun pelayanan untuk masyarakat.” Karena itu, di lingkup Bank DKI sendiri, tengah dijalankan Cubic Manajement, konsep melayani dengan senyum atau service excellent. Winny juga mengatakan, pada 2008 Bank DKI menempatkan kegiatan pendidikan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).
Untuk mengejar target minimal menjadi nomor satu di antara BPD-BPD lainnya, Bank DKI juga berharap mampu bersaing dengan bank-bank nasional. Untuk itu, sejumlah program diluncurkan. Dalam hal basis nasabah, misalnya, Bank DKI merespon kepedulian Gubernur DKI Jakarta melalui Program Guru Sekolah DKI. Program itu sangat memerhatikan kesejahteraan para guru sekolah dengan menjadi nasabah. Kemudian, dibukanya unit usaha Syariah pada 16 Maret 2004. Dan terakhir, dioperasikannya Ladies Branch Syariah pertama di Indonesia pada April lalu.
Sumber : ESQ Magazine


0 komentar:
Post a Comment