October 29, 2008

Polisi Profesional dengan ESQ

“ESQ penting untuk mewujudkan Polri Emas,” kata Kepala Sespim Polri Irjen Pol Drs Dwi Purwanto. “Tugas kami sangat berat.” Jika tidak cerdas emosi dan spiritual, “Kita akan menyakiti rakyat.”

Untuk kali kedua, training ESQ dilaksanakan di Sekolah Pimpinan (Sespim) Polri, Lembang, Jawa Barat, 4-6 September. Sebanyak 375 perwira siswa (Pasis), 30 di antaranya perwira tinggi (Pati) Polri mengikuti kegiatan tersebut. Mereka adalah calon pemimpin Polri di masa depan untuk tingkat menengah dan tinggi Selama dua hari, mereka diajak untuk mengenal jatidiri dan Sang Pencipta.

Training ESQ Sespim Polri Angkatan Pertama berlangsung akhir April lalu. Saat itu, sebanyak 300 Pasis menjadi peserta. Total, sudah 600 lebih Pasis menjadi alumni ESQ. Ini adalah salah satu cara Sespim Polri untuk meningkatkan kualitas SDM Polri. “Untuk menyetak pemimpin, tak cukup hanya dengan IQ saja,” kata Kepala Sespim Polri Irjen Pol Drs Dwi Purwanto.

Sespim Polri, kata kelahiran Surabaya, 23 Februari 1951 itu, membutuhkan kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) untuk melahirkan pemimpin Polri yang tangguh. “ESQ penting untuk mewujudkan Indonesia Emas dan Polri Emas,” ujarnya.

Selama ini, pelajaran yang diterima dari para pakar, hanyalah sampai pada tataran kognitif dan intelektual saja. Padahal, untuk mendapatkan kader pemimpin yang tangguh tak hanya berbekal IQ saja. “Kami perlu EQ dan SQ untuk menyiptakan kemampuan inovasi dan menganalisis dengan tepat dalam mengantisipasi perkembangan zaman,” kata Dwi.

ESQ, lanjut Dwi, “Bisa memberikan kesadaran atau pemahaman bahwa tugas, pangkat atau jabatan merupakan amanah dari Allah.” Kesadaran itu sangat penting karena, “Tugas kami sangat berat,” ujar Dwi lagi. Makanya, jika tidak cerdas emosi dan spiritual, “Kita akan menyakiti rakyat.”

Training Angkatan Kedua itu terasa istimewa. Pertama, dilangsungkan di bulan Ramadhan. Kedua, di antara 375 peserta, terdapat 43 peserta yang beragama Kristen, Hindu dan Budha. “ESQ itu universal, meski banyak menggunakan ajaran Islam,” kata Dwi.

Pimpinan ESQ Leadership Center Ary Ginanjar menyambut gembira terselenggaranya kegiatan itu. “Ini bentuk dukungan kami untuk mewujudkan Polri yang profesional,” kata Ary.

Harapan itu tak bertepuk sebelah tangan. Simak saja komentar Muhammad Fatkhul Birri, Kabag Psikologi Polda Bengkulu. “Sebuah pengalaman yang semoga menjadi bekal, tidak saja bagi diri saya, namun bisa bermanfaat bagi orang lain.” ESQ, lanjutnya, “Bisa menjadi bekal dalam pengabdian sebagai anggota Polri.”

Begitu juga dengan Unggun Cahyono, Kabag Operasi Korps Brimob. “Pelatihan ESQ sangat berguna untuk Polri,” katanya. “Dengan suara hati, kita bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan suara hati, kita bisa dengarkan saran anggota dan teman kita.”

Sumber : ESQ Magazine

0 komentar: