November 14, 2008

AKU, AIR MATA dan TAWA

Telah jauh aku menyusuri pekatnya malam
Hanya hembusan angin pada daun dan suara bising binatang malam yang terdengar berbincang
Aku berhenti sejenak di tepi hutan, teriakku pada keheningan
Lalu ku tundukkan kepalaku, pikir ini pada sunyi gelap
Suara halus yang terdengar dalam pikiran
Tentang kehidupan yang hadir
Kemudian aku berbincang denganNya :

Aku mengerti tentang AIR MATA
Air mata yang membasahi dada seorang ibu ketika bayi-bayi mungil menetek pada susu kehidupannya
Air mata yang mengalir ketika terjatuh dan terluka dan tiada satupun peduli
Air mata yang jatuh bercucuran ketika kehilangan tentang apa yang paling disayangi dan mereka menghibur tipu
Air mata yang keluar dari mata-mata kemunafikan karena esok sudah terlupakan
Air mata pada setiap yang mengalir di ranjang saat mata ingin terpejam sebab teringat kejahatan siang
Air mata ampunan yang tiap kali terulangi maaf itu dan tiada pernah berubah
Air mata haru yang menyejukkan jiwa setiap hati para pencinta
dan yang paling aku mengerti tentang Air Mata adalah
"Ketika hati ini tak dapat lagi bercengkrama dengan jiwa"

Kemudian aku jelaskan lagi tentang tawa yang aku ketahui
Aku mengerti tentang TAWA
Tawa yang menghiasi wajah-wajah kebahagiaan saat canda tentang perolokan kehidupan
Tawa yang hadir saat kesenangan terdapati namun tercampur oleh pandangan penuh nafsu
Tawa yang datang saat kegilaan muncul sebagai kesenangan
Tawa seorang pendusta kepada lingkaran kaki kehidupan
Tawa yang terpancar pada wajah suci yang menghadirkan senyuman paling indah dalam hari
dan yang paling aku mengerti tentang tawa adalah
"Ketika hati ini tak lagi dapat merasakan makna sebuah kehinaan"

Sesaat dedauan rindang pada gelap bertanya kepada AKU
Ku palingkan wajah ini pada suara yang menggetarkan seluruh energy pada diri
AKU, siapa itu, bisik hati bertanya pada pikiran khayal
Sungguh tak dapat terpahami tentang AKU
Sesaat diam kembali menatap yang lalu
Kan kuceritakan perihal AKU kepadamu
Kenangan satu per satu pun datang menghampiri

Aku yang mulai tumbuh berkembang menjadi remaja
Saat yang penuh petualangan
Pernah sebelumnya aku rasakan Kebahagiaan
Aku dipenuhi manja yang dicurahkan oleh hati dan jiwa kearifan
Aku diajari bait demi bait dari bibir-bibir kemuliaan
Aku dituntun oleh tangan-tangan kebijaksanan
Aku dipenuhi hadiah-hadiah yang ku dapat dari kejutan mimpi malam
Aku kecil yang dikelilingi kebahagiaan kanak-kanak

Petualangan kehidupan datang menghampiri masa remaja
Aku cicipi dedaunan yang tumbuh diatas tanah penderitaan yang membawa kebahagiaan semu
Aku teguk air dari mata air kehinaan yang membuat sel-sel kehidupan melupakan sejenak arti sebuah harapan
Aku ambil serbuk-serbuk dari tangan ketidakpedulian yang menjerumuskanku dalam dunia yang tak pernah aku ketahui waktu
Aku datangi tempat-tempat dihiasi lampu-lampu temaram dan suara memekakkan telinga yang menghendakiku menghabiskan waktu yang sia-sia
Aku memiliki teman-teman yang menghargaiku dengan cara mereka
Remajaku pun kulalui dengan gelap dan terang
Dunia yang kujalani dalam keremajaan
Aku kehilangan arah yang membuat semua tampak sama
antara kebaikan dan keburukan
Aku terus berlari dan bersembunyi diantara dilema kehidupan
Aku hidup dalam penyesalan tiada berarti diri
Aku menikmati beban kehidupan dengan hati dan jiwa yang terkoyak
Cinta dan Kenikmatan sama
Tak ada lagi hitam dan tak ada lagi putih
Aku yang terasing sepi dalam duniaku

Aku kemudian dibawa waktu yang tak memiliki detik
Aku ada sebentuk jiwa pengecut, karena aku terus berlari dari kenyataan yang paling nyata
Aku adalah jiwa yang lemah dibungkus oleh ketidakpedulian
Aku adalah air mata yang mengalir tiada henti menetes diatas gelisah tak bertuan
Aku adalah hati yang batu keras menjilat matahari
Aku adalah kelemahan
Aku adalah tak dapati tawa itu
Aku lain yang hidup sendiri
dan aku adalah air mata dan tawa
Semua terasa indah walau sedikit membeku
Semua masih terasing dalam sepi walau ada riuh
Semua tampak menyenangkan terkadang air mata itu mengalir tanpa sebab
Aku yang selalu jatuh ketika ingin kutegakkan raga ini

Aku kini yang bahagia karenaMu
kau membuat air mata terasa indah
kau membuat tawa ini begituk menyejukkan
Aku dan Dia ingin bertemu kelak
Aku bahagia

Aku adalah air mata dan tawa.

Oleh : thegreenkoemuh

0 komentar: