November 4, 2008

Korban Lumpur Pelatihan Gratis


Membagikan 500 paket sembako. Berencana mengasuh anak-anak korban.

“Luar biasa komentar mereka setelah ikut pelatihan ESQ,” kata Sutanto, korda Surabaya Sidoarjo ketika dihubungi Nebula lewat telepon pertengahan September lalu.

Ketika bersalaman dengan Sutanto, beberapa hari setelah pelatihan, mata mereka terlihat berkaca-kaca. Rasa haru bercampur bahagia terpancar dari wajah mereka. “Terimakasih, Pak, telah mengikutkan kami dalam pelatihan ini. Training ini benar-benar membuat saya tahu apa yang harus saya perbuat ke depan,” kata salah satu korban lumpur Lapindo.

Memang, pada akhir Agustus, ESQ Peduli Pendidikan sukses mengadakan pelatihan ESQ kepada 1.065 orang lebih peserta secara gratis. Separuh di antaranya adalah korban lumpur Lapindo dan penduduk di sekitar Porong, Sidoarjo. Acara itu menjadi pelatihan ESQ PP terbesar di Indonesia.

Bantuan terhadap mereka tidak berhenti sampai di situ. Ke depan, Sutanto dan anggota FKA lainnya akan mengangkat anak-anak korban lumpur yang orangtuanya tidak mampu sebagai anak asuh.
Menjelang Lebaran, pertengahan Oktober, FKA di sana akan memberi semacam “paket Lebaran” kepada penduduk kurang mampu. “Kita juga akan membentuk tim kecil yang bertujuan menindaklanjuti apakah pelatihan bisa dilaksanakan di sekitar lokasi lumpur,” kata Mahmud, orang yang sering berhubungan dengan para korban pengungsi lumpur Lapindo.

Lima bulan lalu, tepatnya 22 April 2007, atas ide alumni ESQ Remaja Surabaya, Sutanto dan kawan-kawan melakukan bakti sosial ke Porong. Mereka membagikan 500 paket sembako. “Kami memang sudah lama merencakan kegiatan ini, namun karena teman-teman sibuk, ide ini selalu tertunda. Alumni yang menyumbang secara pribadi sih banyak,” kata Sutanto.

Sumber : ESQ MAGAZINE

0 komentar: