
Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD hadir membuka training ESQ Eksekutif Nasional Angkatan 87 di Menara 165 Jl TB. Simatupang pada Jumat (19/2). Di hadapan sekitar 300 orang peserta training ESQ Mahfud MD memberikan sambutannya dan mengatakan bahwa Tujuh Budi Utama yang diusung ESQ sangat penting. Mengapa Indonesia terpuruk dan berada dalam situasi tidak baik seperti saat ini, karena tidak ada kejujuran.
“Kejujuran sangat penting, karena membekali kita untuk bertindak dengan benar dan berani. Orang menjadi tidak berani karena tidak jujur,” tegasnya.
Dalam sambutannya itu Mahfud juga menyatakan bahwa sudah lama mengetahui ESQ. Bahkan sejak tiga tahun yang lalu ia dipaksa oleh kedua anaknya yang tinggal di Jogja untuk ikut ESQ, “Mereka ingin ayahnya menjadi orang baik, sehingga selalu ‘maksa’ saya untuk ikut training ESQ,“ ujarnya yang disambut tepukan peserta.
Namun meskipun belum sempat training karena jadwalnya yang selalu bentrok, ia mengaku selalu mengikuti perkembangan ESQ juga mengikuti ceramah Ary Ginanjar di televisi. “Bagi saya, ESQ menggambarkan Islam yang gagah dan percaya diri. Selama ini Islam di Indonsesia selalu dianggap terbelakang, kolot, tidak tahu teknologi, dan pemikirannya terlalu konservatif. Namun, pada Ary Ginanjar dan ESQ, kita menemukan sosok umat Islam yang penuh percaya diri dan punya prinsip untuk memajukan masyarakat dan berbakti pada nusa dan bangsa.”
Lebih lanjut lagi Mahfud mengatakan, “Saat ini banyak pejabat dan pemimpin yang tersandera oleh ketidakjujuran. Dengan demikian penegakan hukum dan birokrasi pemerintahan yang baik menjadi terhambat. Kalau kita semua ikut ESQ, dengan Budi Utama khususnya yang pertama yaitu kejujuran, insya Allah bangsa Indonesia mempunyai masa depan yang baik.”
Menurutnya orang yang ingin melakukan pembaharuan itu perlu keberanian karena mengundang risiko. Namun, jika sudah dilandasi kejujuran, kita tidak akan pernah takut hadapi risiko. “Landasan prinsip untuk berbuat baik dan benar akan kita peroleh melalui training ESQ,” ujarnya. Mahfud juga mengatakan bahwa orang yang beriman dengan perkataannya istiqomah, di dalam hidupnya tidak akan takut dan cemas. “Menyiapkan pikiran dan hati untuk istiqomah adalah yang penting, inilah yang dilakukan oleh ESQ.”
Optimisme Mahfud terhadap kondisi bangsa sangat beralasan melihat dari pertambahan alumni ESQ dari waktu ke waktu. “Jika saat ini sudah ada 812 ribu alumni ESQ, 10 tahun ke depan akan ada jutaan alumni ESQ yang menduduki posisi-posisi penting di dalam masyarakat. Saya sangat optimis bangsa ini akan maju dan selamat. “Kalau generasi tua sebagian besar sudah terlanjur tersandera oleh ketidakistiqomahan di masa lalu, kita siapkan generasi yang akan datang. Pergantian pemimpin itu mengalir seperti air mancur. Kita siapkan air yang dari bawah. Salah satu tempat penyemaian kader pemimpin bangsa yang istiqomah punya sikap jujur, tulus, brillian adalah ESQ.”
Pada kesempatan tersebut, Mahfud juga mengapresiasi pelaksanaan training bagi anggota DPR dan DPD, “Setidaknya mereka turut menyiapkan masa depan dengan membangun di lingkungannya sendiri, dan selalu bersemangat seperti yang diajarkan di ESQ.”
Ketika ditanya, apakah MK mendukung pelaksanaan training ESQ bagi para hakim, Mahfud MD mengatakan, “Saya menghimbau bukan saja 60.000 hakim untuk ikut ESQ, bahkan kalau bisa seluruh bangsa. ESQ ini program baik. Sebagaimana pesan presiden pada ESQ agar membina moral bangsa.”
Pada pembukaan training ESQ angkatan 87 ini berlangsung pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara ESQ Leadership Center dengan pemeritah Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Dalam wawancara Ir.H. Amiruddin Inoed mengatakan, “Dengan adanya training ESQ membuat saya mawas diri dalam bertindak, karena saya harus bertanggung jawab kepada 70.000 lebih masyarakat Banyuasin, Sumatera Selatan.”
Menurutnya Training ESQ sangat penting bagi seluruh masyarakat Indonesia, oleh karena itu ia akan mentrainingkan jajaran pemerintah kabupaten Banyuasin. “Insya Allah pada bulan April seluruh pegawai eselon 2 kantor pemerintah Banyuasin, Sumatera Selatan dan keluarga akan saya ikutkan training ESQ.”
Sementara itu bersamaan dengan training ESQ Nasional 87, pada Sabtu-Minggu (20-21/2) dilaksanakan pula training ESQ for Kids yang bertema “Peduli Anak Bangsa” angkatan 5 di Menara 165, Cilandak, Jakarta. Training gratis ini merupakan bentuk kepedulian ESQ LC bagi kaum yatim, piatu, dan dhuafa. Peserta yang berjumlah 94 ini dikoordinir oleh FKA Koordinator Daerah (Korda) Jakarta Pusat, FKA Korda Jakarta Timur, FKA Korda Barat, FKA Korda Jakarta Selatan, FKA Korda Tangerang, FKA Korda Bekasi, FKA Korda Depok.
Ary Ginanjar Agustian penggagas sekaligus penyandang dana training ini menyempatkan hadir pada training Peduli Anak Bangsa. Ia berharap semakin banyak masyarakat dari berbagai kalangan mengenal Allah SWT dan menjalankan 7 Budi Utama agar bangsa Indonesia kembali menjadi bangsa besar dan bermartabat. (ida/tino/joko - www.esqmagazine.com)

0 komentar:
Post a Comment